Sabtu, 01 November 2014

struktur sosial dan stratifikasi sosial

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Masyarakat adalah kelompok manusia yang sengaja dibentuk secara rasional untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Walaupun penggunaan istilah masyarakat sangat samar-samar dan umum, akan tetapi hal itu dapat dianggap sebagai indikasi sebagai hakekat manusia yang senantiasa ingin hidup bersama dengan orang lain. Istilah masyarakat juga tak luput dari nilai-nilai, norma-norma, tradisi, kepentingan-kepentingan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, maka pengertian masyarakat tak mungkin dipisahkan dari kebudayaan dan kepribadian. Istilah kemasyarakatan sering dikaitkan dengan aspek-aspek kelembagaan masyarakat modern, seperti pemerintah, hukum dan struktur sosial. Di dalam antropologi sosial, konsep struktur sosial sering kali dipergunakan sebagai sinonim dari organisasi sosial, dan terutama dipergunakan dalam analisa terhadapmasalah kekerabatan, lembaga politik dan lembaga hukum dari masyarakat sederhana. Organisasi sosial berkaitan dengan pilihan dan keputusan dalam hubungan-hubungan sosial aktual. Struktur sosial mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.
Sedangkan Stratifikasi merupakan bentuk dari struktur social yang mana stratifikasi merupakan  karakteristik universal masyarakat manusia. Dalam kehidupan sosial masyarakat terdapat diferensiasi sosial dalam arti, bahwa dalam masyarakat terdapat pembagian dan pembedaan atas berbagai peranan-peranan dan fungsi-fungsi berdasarkan pembedaan perorangan karena dasar biologis ataupun adat.






B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian dari struktur social dan stratifikasi social?
2.      Apa ciri-ciri dari struktur social dan stratifikasi social?
3.      Apa fungsi dari struktur social dan stratifikasi social?
4.      Apa saja bentuk dari struktur social dan stratifikasi social?
5.      Bagaimana proses terbentuknya stratifikasi social?
6.      Apa saja unsure yang terdapat dalam stratifikasi social?
C.    TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian dari struktur social dan stratifikasi social
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri dari struktur social dan stratifikasi social
3.      Untuk mengetahui fungsi struktur social dan stratifikasi social
4.      Untuk mengetahui bentuk dari struktur social dan stratifikasi social
5.      Untuk mengetahui proses terbentuknya stratifikasi social
6.      Untuk mengetahui unsur yang terdapat dalam stratifikasi social
















BAB 2
PEMBAHASAN
A.    STRUKTUR SOSIAL
1.      Definisi Struktur Sosial
Struktur sosial berasal dari bahasa latin “structum” yang berarti “menyusun”, membangun untuk sebuah gedung, dan lebih umum dipakai istilah “konstruksi” yang berarti “kerangka”. Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
Struktur sosial menurut  George C. Homans, struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar  dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial. Struktur sosial merupakan tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosal yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat.

2.      Ciri Struktur Sosial
1.      Bersifat abstrak
Artinya tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba. Struktur sosial merupakan hierarki kedudukan dari tingkatan yang tertinggi sampai tingkatan terendah, berfungsi sebagai saluran kekuasaana dan pengaturan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
2.      Terdapat dimensi vertikal dan horizontal
Struktur sosial pada dimensi vertikal adalah hierarki status-status sosial dengan segala peranannya sehingga menjadi satu sistem yang tidak dapat dipisahkan dari struktur status yang tertinggi hingga struktur status yang terendah. Sedangkan pada struktur sosial dimensi horizontal, seluruh masyarakat berdasarkan karakteristiknya terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok sosial yang memiliki karakteristik sama.
3.      Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat
Proses sosial yang terjadi dalam suatu struktur sosial termasuk cepat lambatnya proses itu sendiri sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk struktur sosialnya.
4.      Merupakan bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat
Struktur sosial yang dimiliki suatu masyarakat berfungsi untuk mengatur berbagai bentuk hubungan antarindividu di dalam masyarakat tersebut.
5.      Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah
Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian, yaitu struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris dalam proses perubahan dan perkembangan serta dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian stabilitas, keteraturan, dan integrasi sosial yang berkesinambungan, sebelum terancam proses ketidakpuasan dalam tubuh masyarakat.
3.      Fungsi Struktur Sosial
1. Fungsi pembelajaran. Yaitu sebagai dasar untuk menanamkan suatu disiplin ilmu sosial.
2. Sebagai pengawas sosial. Yaitu sebagai pembatas agar setiap anggota masyarakat berperilaku sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut  masyarakat tersebut.
3.   Fungsi Identifikasi. Yaitu struktur sosial merupakan karakteristik yang khas yang dimiliki suatu masyarakat sehingga dapat memberikan warna yang berbeda dari masyarakat yang lain.
4.  Bentuk Struktur Sosial
1. Dilihat dari sifatnya
  a. Struktur sosial kaku
Merupakan bentuk struktur sosial yang tidak dapat dirubah atau sekurang-kurangnya masyarakat menghadapi kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status atau kedudukannya. Contoh: sistem Kasta.
b. Struktur sosial luwes
Pada struktur ini setiap anggota masyarakatnya bebas bergerak melakukan perubahan.
c. Struktur sosial formal
Merupakan bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang.
d. Struktur sosial informal
Merupakan struktur sosial yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang.
2. Dilihat dari identitas keanggotaan masyarakatnya
a. Struktur sosial homogen
Pada struktur sosial homogen memiliki latar belakang kesamaan identitas dari setiap anggota masyarakatnya, seperti kesamaan ras, suku bangsa ataupun agama.
b. Struktur sosial heterogen
Struktur sosial ini ditandai oleh keragaman identitas anggota masyarakatnya.
3. Dilihat dari ketidaksamaan sosial
a. Diferensiasi sosial
Merupakan perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan (hierarki).
b. Stratifikasi sosial
Merupakan pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal, yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.

B.     STRATIFIKASI SOSIAL
1.      Definisi Stratifikasi sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum atau strata yang berarti pelapisan. Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial berarti penggolongan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok tertentu secara bertingkat-tingkat (hierarkies). Itulah sebabnya kita dapat mengenal kelas-kelas dalam kehidupan masyarakat, yaitu kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah.
Pada dasarnya stratifikasi sosial atau pelapisan sosial terjadi karena adanya sesuatu yang dihormati dan dihargai dalam kehidupan masyarakat. Pembagian beberapa kelas (kelas atas, kelas menengah, kelas bawah) terjadi karena adanya ketimpangan dalam memberikan penghargaan. Beberapa pengertian stratifikasi social menurut para ahli, yaitu :
a.  Menurut Pitirim A. sorokin bahwa stratifikasi social adalah penggolongan atau pembedaan masyarakat ke dalam kelas – kelas social yang tersusun secara bertingkat dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.
b.  Menurut Max Weber stratifikasi social adalah penggolongan orang  - orang ke dalam lapisan – lapisan atau hirarki menurut dimensi kekuasaan  dan prestise.
Dasar Stratifikasi Sosial
Indikasi yang dijadikan pedoman untuk menempatkan masyarakat dalam sustu lapisan social berikut        :
a. Kekayaan
b. Kekuasaan
c. Kepandaian
d. Kehormatan
2.      Proses terbentuknya stratifikasi social
a.      Lapisan social yang terjadi dengan sendirinya
indikasi yang dijadikan pedoman untuk menempatkan masyarakat dalam suatu lapisan social berikut            : 
     a)    kepandaian
     b)    tingkat usia
     c)    sifat keaslian keanggotaan masyarakat
     d)    jenis kelamin
Stratifikasi yang terbentuk dengan sendirinya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
     a)    Stratifikasi terbentuk sejalan dengan perkembangan masyarakat
     b)    Stratifikasi social terbentuk di luar control dari masyarakat yang bersangkutan
     c)    Stratifikasi social dengan kondisi social budaya di wilayah yang bersangkutan
            d)    Kedudukan seseorang dalam sebuah kedudukan social berlangsung sebagai secara otomatis.
b.      Pelapisan social yang disusun dengan disengaja
   Stratifikasi ini di buat untuk mengejar tujuan tertentu Mengenai pelapisan sosial ini biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan yang resmi.
3.      Unsur Stratifikasi Sosial
Peran adalah tugas yang harus dijalankan sesuai dengan hak dan kewajiban dari statusnya. Sedangkan status adalah kumpulan hak dan kewajiban. Status dapat di golongkan ke dalam beberapa macam, menurut cara memperolehnya. Diantaranya    :
a. Ascribed Status adalah status yang diperoleh sejak lahir ( warisan ).
b. Achieved Status adalah status yang diperolah melalui usaha terlebih dahulu.
c.  Asigned Status adalah status yang diperoleh dengan cara penghargaan dari Negara.
4. Sifat stratifikasi social
            Sifat stratifikasi social dibedakan menjadi 3 :           
a. Stratifikasi social terbuka adalah sifat startifikasi social yang banyak ditemui dalam masyarakat industri dan masyarakat modern yang maju.
 b. Stratifikasi social tertutup yaitu stratifikasi social  yang membatasi anggota masyarakat untuk berrrmobilitas atau berpindah dari satu lapisan social ke yang lain.
            c. Stratifikasi social campuran adalah kombinasi antara stratifikasi social tertutup dengan stratifikasi social terbuka.
5. Ciri Stratifikasi sosial
 Adapun cirri-ciri stratifikasi social antara lain :
1.Perbedaan Kemampuan Anggota masyarakat dari kelas (strata) tinggi memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan dengan anggota kelas sosial di bawahnya
2.Perbedaan Gaya Hidup Gaya hidup meliputi banyak hal, seperti mode pakaian, model rumah, seleramakanan, kegiatan sehari-hari, kendaraan, selera seni, cara berbicara, tata kramapergaulan, hobi (kegemaran), dan lain-lain.
3.Perbedaan Hak dan Perolehan Sumber DayaHak adalah sesuatu yang dapat diperoleh atau dinikmati sehubungan dengankedudukan seseorang, sedangkan sumber daya adalah segala sesuatu yangbermanfaat untuk mendukung kehidupan seseorang. Semakin tinggi kelas sosialseseorang maka hak yang diperolehnya semakin besar, termasuk kemampuanuntuk memperoleh sumber daya.
6.  Fungsi Stratifikasi Sosial
1. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif, seperti menentukan penghasilan, tingkat kekayaan, wewenang pada jabatan
2. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat menyangkut prestise dan penghargaan
3. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi, keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang atau kekuasaan
4. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian dan bentuk rumah
5. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan
6. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.
























BAB  3
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Struktur sosial merupakan tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosal yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat.
Ciri Struktur Sosial Bersifat abstrak, Terdapat dimensi vertikal dan horizontal, Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat, Merupakan bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat, Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah. Fungsi Struktur Sosial Fungsi pembelajaran, Sebagai pengawas sosial, Fungsi Identifikasi.
Bentuk Struktur Sosial
1. Dilihat dari sifatnya
  a. Struktur sosial kaku
b. Struktur sosial luwes
c. Struktur sosial formal
d. Struktur sosial informal
2. Dilihat dari identitas keanggotaan masyarakatnya
a. Struktur sosial homogen
b. Struktur sosial heterogen
3. Dilihat dari ketidaksamaan sosial
a. Diferensiasi sosial
b. Stratifikasi sosial
Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial berarti penggolongan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok tertentu secara bertingkat-tingkat (hierarkies). Itulah sebabnya kita dapat mengenal kelas-kelas dalam kehidupan masyarakat, yaitu kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah.
Proses terbentuknya stratifikasi social
c.      Lapisan social yang terjadi dengan sendirinya
d.     Pelapisan social yang disusun dengan disengaja
Unsur Stratifikasi Sosial
Status dapat di golongkan ke dalam beberapa macam, menurut cara memperolehnya. Diantaranya       :
a. Ascribed Status adalah status yang diperoleh sejak lahir ( warisan ).
b. Achieved Status adalah status yang diperolah melalui usaha terlebih dahulu.
c.  Asigned Status adalah status yang diperoleh dengan cara penghargaan dari Negara.

Sifat stratifikasi social
Sifat stratifikasi social dibedakan menjadi 3 :                       
a. Stratifikasi social terbuka adalah sifat startifikasi social yang banyak ditemui dalam masyarakat industri dan masyarakat modern yang maju.
b. Stratifikasi social tertutup yaitu stratifikasi social  yang membatasi anggota masyarakat untuk berrrmobilitas atau berpindah dari satu lapisan social ke yang lain.
 c.Stratifikasi social campuran adalah kombinasi antara stratifikasi social tertutup dengan stratifikasi social terbuka.
 Ciri Stratifikasi sosial
 Adapun cirri-ciri stratifikasi social antara lain :
1.Perbedaan Kemampuan Anggota masyarakat dari kelas (strata) tinggi memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan dengan anggota kelas sosial di bawahnya
2.Perbedaan Gaya Hidup Gaya hidup
3.Perbedaan Hak dan Perolehan Sumber Daya Hak 
Fungsi Stratifikasi Sosial
1. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif
2. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat menyangkut prestise dan penghargaan
3. Kriteria sistem pertentangan,
4. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, 5. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan
6. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Darmansyah, dkk. 1986.  Ilmu Sosial Dasar. Surabaya: Usaha Nasional.
Lawang, Robert M. Z. 1994. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Mannheim, Karl. 1986. Sosiologi Sistematis. Jakarta: Bina Aksara.
Mitchel, Dutcan (alih bahasa: Sahat Simamora), 1984.  Sosiologi. Jakarta: Bina Aksara.
Mawardi dan Nur Hidayati. 2000. IAD, ISD, dan IBD. Bandung: Pustaka Setia.
Soelaeman, M. Munandar. 2006. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Refika Aditama.
Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Saptono, dan Bambang Suteng Sulasmono.  2007. Sosiologi. Jakarta: PT. Phibeta Aneka Gama.
Setiadi, Elly M dan Kolip Usman. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta; Kencana.
Suharto. 1986. Stratifikasi Sosial. Yogyakarta; Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga.
Salim, Agus. 2006. Stratifikasi Etnik. Semarang; FIP UNNES dan Tiara Wacana.
Soekanto Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Sorokin, Pitirim. A. 1959. “Social and Cultural Mobilitydalam Sosiologi Suatu Pengantar, Editor : Soerjono Soekanto, Jakarta : Rajawali Pers













Tidak ada komentar:

Posting Komentar